| Kualitas Software |
|
|
|
| Written by Administrator |
| Saturday, 19 April 2008 00:00 |
|
Menurut Robert L Glass (Glass, 2002), kualitas software adalah mengenai sekumpulan atribut yang seharusnya dimiliki oleh suatu produk software. Atribut-atribut tersebut adalah:
Portability pada software, sangat tergantung kepada teknologi yang digunakan. Pemilihan teknologi didasari oleh pertimbangan yang matang berdasarkan hasil analisis terhadap calon pengguna. Jika calon pengguna menggunakan platform yang heterogen, maka portability adalah hal yang sangat penting. Namun portability akan berkurang prioritasnya ketika calon pengguna menggunakan spesifikasi teknologi yang seragam. Reliability adalah atribut yang tidak dapat ditawar. Hal ini dapat dicapai dengan melakukan proses analisis kebutuhan calon pengguna dengan baik. Dengan menganalisa masalah calon pengguna, lalu menyimpulkan solusi dari maka engineer dapat lebih menjamin reliability dari suatu software. Selain dari sisi analisis kebutuhan, pengujian sistem dengan mekanisme yang baik juga dapat meningkatkan reliability software. Pengujian sistem adalah fase untuk memastikan bahwa sistem sudah dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Efficiency adalah atribut yang seringkali tidak diperhatikan. Umumnya hal tersebut terjadi, karena tim pengembang fokus kepada spesifikasi fungsional sistem. Ketika spesifikasi fungsional sudah terpenuhi, maka modul software dianggap telah mencapai kualitas yang baik. Efficiency seringkali tidak terasa dibutuhkan pada aplikasi sistem informasi yang tidak melakukan proses yang rumit. Namun untuk proses yang rumit, efficiency menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Efficiency dapat dicapai dengan disain yang baik dan code review terhadap hasil implementasi disain yang dilakukan. Selain itu, pada saat pengujian (testing), perlu dilakukan stress testing, suatu proses pengujian yang menekankan pada kemampuan software pada saat melakukan proses pada keadaan yang tersulit (e.g. data yang sangat banyak). Human engineering dapat dicapai dengan melakukan perancangan antar muka software dengan baik. Hal ini juga berkaitan dengan efficiency jika software melakukan proses yang rumit, karena pengguna akan merasa tidak nyaman jika proses yang dilakukan terlalu lama. Testability akan berpengaruh terhadap reliability. Engineer dapat menyimpulkan bahwa suatu software sudah cukup reliable untuk direlease adalah berdasarkan hasil pengujian. Karena itu, testability adalah atribut yang sangat penting dalam pengembagan software. Understandability dan modifiability. Kedua atribut tersebut bisa diacapai dengan melakukan proses disain yang baik dan kontrol terhadap kode yang dihasilkan oleh programmer. Pada pengembangan software, terdapat suatu framework yang digunakan oleh seluruh engineer dalam mengembangkan modul. Kode program yang dihasilkan perlu direview agar dapat dipastikan bahwa programmer telah menulis kode sesuai dengan standar yang sudah ditetepakan di framework. Dengan perancangan dan penulisan kode yang sesuai dengan standar yang ada, maka disain dan kode yang dihasilkan oleh engineer akan mudah untuk dipahami oleh engineer lain. Hal ini menjadi atribut yang sangat penting untuk diperhatikan, terutama jika engineer yang mengerjakan sering berganti |




