|
Microsoft Innovation Day "WebsiteSpark" |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Monday, 12 October 2009 03:51 |
Pada tanggal 8 Oktober 2009, Microsoft mengadakan sebuah acara bernama Microsoft Innovation Day "WebsiteSpark". Pada acara tersebut Microsoft meluncurkan program baru bernama WebsiteSpark. Program ini menawarkan lisensi software gratis untuk perusahaan yang memenuhi ketentuan dari Microsoft. Acara ini merupakan kerjasama dengan KADIN, sehingga banyak dari kalangan pengusaha yang juga hadir.
Booth AMN Di Acara Microsoft Innovation Day "WebsiteSpark" AMN diberi kesempatan untuk memamerkan produk yang kami miliki. Produk yang kami pamerkan adalah Collaborative eBusiness System (CES). CES adalah produk yang dikembangkan berdasarkan proposal inovasi bisnis yang kami menangkan pada kompetisi IMULAI 2.0.
Booth AMN Di Acara Microsoft Innovation Day "WebsiteSpark" Pada saat berita ini ditulis, CES sedang dalam tahap implementasi di PT Holcim Indonesia Tbk. CES digunakan oleh Holcim untuk menghubungkan seluruh value chain yang mereka miliki. Dengan implementasi CES, pihak Holcim, seluruh distributor dan seluruh retailer yang ada di seluruh Indonesia akan berkomunikasi melalui CES. Selain itu, CES juga akan diintegrasikan dengan salah satu bank yang ada di Indonesia. Dengan demikian, proses pembayaran tagihan akan diintegrasikan juga dengan CES.
Tim AMN Sedang Menjelaskan Collaborative eBusiness System Kepada Para Pengusaha
Banyak presentasi yang sangat menarik pada acara tersebut yang disampaikan oleh pihak Microsoft dan partner-partner Microsoft. Sejalan dengan peluncuran WebsiteSpark, seluruh presentasi yang ada bertema web application.
Harry Memenangkan Door Prize Berhadiah Printer
Pada acara ini, Isaam Khalid (CEO dan Direktur PT AMN INDONESIA) diwawancari oleh dailysocial. Wawancara dengan dailysocial dapat dilihat di sini.
|
|
Last Updated on Monday, 12 October 2009 04:24 |
|
|
Kebutuhan Sistem Informasi Dalam Mengelola Perusahaan |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Thursday, 04 June 2009 00:00 |
|
Persaingan di bidang bisnis pada masa sekarang meningkatkan kebutuhan manajemen akan informasi. Manajemen membutuhkan informasi yang akurat dan cepat yang disajikan dalam bentuk yang informatif sebagai dasar pengambilan keputusan. Informasi yang dibutuhkan berasal dari lingkungan eksternal dan lingkungan internal. Penguasaan terhadap informasi yang berasal dari kedua lingkungan tersebut sangat penting dalam menentukan strategi yang tepat dalam persaingan bisnis yang sedang terjadi.
Informasi yang berasal dari lingkungan internal didapat dengan melakukan pemrosesan terhadap dokumen-dokumen yang digunakan sebagai pencatatan dan bukti transaksi yang terjadi. Menurut Chuck Williams dalam bukunya yang berjudul Manajemen, informasi akan bermanfaat jika akurat, lengkap, relevan, dan tepat waktu. Untuk mendapatkan manfaat yang maksimal dari informasi yang berasal dari lingkungan internal dibutuhkan suatu mekanisme pemrosesan yang memenuhi komponen tersebut. Solusi yang tepat untuk masalah ini adalah dengan menggunakan sistem informasi yang tepat.
Selain untuk kebutuhan manajemen, sistem informasi yang tepat dibutuhkan juga untuk memperlancar proses bisnis yang ada di dalam perusahaan. Sistem informasi yang terpusat dan digunakan oleh setiap bagian yang ada di perusahaan akan mempercepat pertukaran informasi yang akurat dari dan ke setiap bagian. Dengan demikian, proses bisnis yang terjadi di dalam perusahaan menjadi lebih efektif dan efisien.
Melihat permasalahan dan solusi yang dijelaskan di atas, pperusahaan membutuhkan sistem informasi yang dapat melakukan proses data menjadi informasi yang akurat, lengkap, relevan, dan tetap waktu.
|
|
Written by Administrator
|
|
Saturday, 19 April 2008 00:00 |
|
Menurut Robert L Glass (Glass, 2002), kualitas software adalah mengenai sekumpulan atribut yang seharusnya dimiliki oleh suatu produk software. Atribut-atribut tersebut adalah:
- Portability. Kemudahan pemindahan software ke platform lain.
- Reliability. Software dapat diandalkan untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan.
- Efficiency. Software dapat melakukan pekerjaan dengan waktu kerja dan penggunaan resource yang ekonomis.
- Human Engineering. Software dapat digunakan dengan mudah dan nyaman.
- Testability. Software mudah dievaluasi dengan melakukan pengujian (testing).
- Understandability. Software mudah dipahami sehingga memudahkan proses pemeliharaan.
- Modifiability. Software mudah dipelihara (maintain) dan diubah.
Portability pada software, sangat tergantung kepada teknologi yang digunakan. Pemilihan teknologi didasari oleh pertimbangan yang matang berdasarkan hasil analisis terhadap calon pengguna. Jika calon pengguna menggunakan platform yang heterogen, maka portability adalah hal yang sangat penting. Namun portability akan berkurang prioritasnya ketika calon pengguna menggunakan spesifikasi teknologi yang seragam.
Reliability adalah atribut yang tidak dapat ditawar. Hal ini dapat dicapai dengan melakukan proses analisis kebutuhan calon pengguna dengan baik. Dengan menganalisa masalah calon pengguna, lalu menyimpulkan solusi dari maka engineer dapat lebih menjamin reliability dari suatu software. Selain dari sisi analisis kebutuhan, pengujian sistem dengan mekanisme yang baik juga dapat meningkatkan reliability software. Pengujian sistem adalah fase untuk memastikan bahwa sistem sudah dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Efficiency adalah atribut yang seringkali tidak diperhatikan. Umumnya hal tersebut terjadi, karena tim pengembang fokus kepada spesifikasi fungsional sistem. Ketika spesifikasi fungsional sudah terpenuhi, maka modul software dianggap telah mencapai kualitas yang baik. Efficiency seringkali tidak terasa dibutuhkan pada aplikasi sistem informasi yang tidak melakukan proses yang rumit. Namun untuk proses yang rumit, efficiency menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Efficiency dapat dicapai dengan disain yang baik dan code review terhadap hasil implementasi disain yang dilakukan. Selain itu, pada saat pengujian (testing), perlu dilakukan stress testing, suatu proses pengujian yang menekankan pada kemampuan software pada saat melakukan proses pada keadaan yang tersulit (e.g. data yang sangat banyak).
Human engineering dapat dicapai dengan melakukan perancangan antar muka software dengan baik. Hal ini juga berkaitan dengan efficiency jika software melakukan proses yang rumit, karena pengguna akan merasa tidak nyaman jika proses yang dilakukan terlalu lama.
Testability akan berpengaruh terhadap reliability. Engineer dapat menyimpulkan bahwa suatu software sudah cukup reliable untuk direlease adalah berdasarkan hasil pengujian. Karena itu, testability adalah atribut yang sangat penting dalam pengembagan software.
Understandability dan modifiability. Kedua atribut tersebut bisa diacapai dengan melakukan proses disain yang baik dan kontrol terhadap kode yang dihasilkan oleh programmer. Pada pengembangan software, terdapat suatu framework yang digunakan oleh seluruh engineer dalam mengembangkan modul. Kode program yang dihasilkan perlu direview agar dapat dipastikan bahwa programmer telah menulis kode sesuai dengan standar yang sudah ditetepakan di framework. Dengan perancangan dan penulisan kode yang sesuai dengan standar yang ada, maka disain dan kode yang dihasilkan oleh engineer akan mudah untuk dipahami oleh engineer lain. Hal ini menjadi atribut yang sangat penting untuk diperhatikan, terutama jika engineer yang mengerjakan sering berganti
|
|
|
Permasalahan Dalam Pengembangan Software |
|
|
|
|
Written by Administrator
|
|
Saturday, 19 April 2008 00:00 |
|
Berdasarkan pembahasan mengenai kualitas software pada artikel sebelumnya, terdapat beberapa atribut yang umumnya belum terlalu diperhatikan pada pengembangan software. Atribut yang pertama adalah efficiency. Efficiency tidak terlalu diperhatikan karena kemampuan perangkat keras pada masa sekarang ini untuk melakukan proses sudah sangat baik. Namun, pada beberapa kasus, jika efficiency tidak diperhatikan, maka kemampuan perangkat keras tidak dapat diandalkan agar proses dapat dilakukan dengan waktu yang wajar.
Sebagai sebuah perusahaan konsultan teknologi informasi yang mengembangkan produk software, permasalahan maintenance software sangat perlu diperhatikan. Pada pembahasan mengenai kualitas software di atas, komponen yang penting dalam memudahkan maintenance adalah understandibility dan modfiability. Kedua atribut ini termasuk atribut yang belum terlalu diperhatikan. Sebabnya adalah, manfaat dari kedua atribut ini tidak dirasakan oleh customer, tapi sangat penting untuk para engineer.
|
|
|
|
|
|